Monday, December 7, 2020

Pentingnya Ahklak Bagi Anak Usia Dini

        

   
Anak merupakan karunia dan anugerah terindah yang di damba-dambakan oleh setiap orang tua, bahkan eksistensi kebahagiaan sebuah bahtera rumah tangga akan terasa kurang sempurna tanpa kehadiran sang buah hati tersebut.
    Ahklak merupakan asas pokok bagi umat islam. Pendidikan ahklak terhadap anak sangat penting. Karena dalam siklus kehidupan manusia, masa kanak-kanak merupakan sebuah masa yang paling penting, sekaligus merupakan masa yang sangat berbahaya. Jika tidak di didik atau diperhatikan secara benar oleh para orang tua, maka nantinya anak tumbuh  dalam keadaan ahklak yang kurang baik.  Sebab, seorang anak pada hakikatnya telah tercipta dengan kemampuan untuk menerima kebaikan maupun keburukan. Kedua orang tuanyalah  yang membuatnya cenderung kearah salah satu dari keduanya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah  Bersabda: "Sayangilah anak-anak kalian dan didiklah  mereka dengan adab yang mulia. " (H.R Ibnu Majjah).
    Untuk mendapatkan anak yang seperti kita impikan yaitu menjadi anak yang berahklak mulia, maka perlu metode pendidikan ahklak, yang perlu di terapkan yaitu :
1. Metode Keteladanan (Uswatun Hasanah)
2. Metode Pembiasaan
3. Metode Nasehat
4. Metode Perhatian
    Anak-anak memiliki sifat sebagai peniru, maka orang tua juga harus jadi teladan yang baik bagi anak. Biasakan anak melakukan yang baik, bertingkah laku yang baik, di ajari sopan santun. Jika  anak berbuat salah jangan di marahi, akan tetapi berilah dia nasehat. Karena nasehat dapat membuka mata anak-anak. Hiasi anak dengan ahklak yang mulia  dan bekalinya dengan prinsip-prinsip islam. Dan anak-anak juga sangat mengharapkan perhatian  dan kasih sayang dari orang tuannya.
    Jadilah orang tua yang bisa  menjadi contoh  teladan yang baik bagi anak. Agar anak kita kelak tumbuh dengan ahklak dan adab yang mulia. Dan menjadi pemuda yang berahklak mulia bahgia dunia ahkirat.
    Oleh karena itu, maka orang tua sejak dini harus membentuk  dan menanamkan ahklak dan adab yang mapan dan arahan yang bersih dalam jiwa anak. Masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang begitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmaninya, kalbu yang masih belum tercemari dan jiwa yang belum terkontaminasi. Apabila masa kanak-kanak dapat di manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tentu harapan yang besar untuk berhasil, mudah di raih pada masa mendatang, sehingga kelak sang anak akan tumbuh menjadi seorang pemuda yang tahan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, beriman, kuat, kokoh dan  tegar.

No comments:

Post a Comment